
Probolinggo, 7 Mei 2024 – Institut Ahmad Dahlan Probolinggo menjadi pusat semangat dan kepedulian dalam upaya mendukung Palestina melalui acara orasi yang menggetarkan hati. Civitas akademika, mahasiswa, dosen, dan staf Institut Ahmad Dahlan berkumpul dalam sebuah kegiatan orasi yang mengusung semangat solidaritas dan keadilan untuk Palestina.

Dalam suasana yang penuh semangat dan kepedulian tersebut, berbagai kalangan akademisi menyampaikan pidato yang menggugah hati tentang pentingnya mendukung Palestina dalam perjuangannya. Dengan suara lantang, mereka mengecam segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah tersebut dan menuntut agar dunia internasional turut bertindak nyata untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.
Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, lagu totalitas perjuangan dilanjut lagu Atuna Tufuli. Orasi pertama disampaikan oleh perwakilan dosen yaitu Bapak Syaifuddin Romli, M.H. dalam orasinya beliau menyampaikan bahwa kepedulian, penolakan terhadap israel dapat dilakukan oleh kita dalam sendi-sendi kehidupan, selain berdoa, mahasiswa dan aktivis juga aktif membagikan informasi tentang kondisi aktual di Palestina serta mengajak masyarakat untuk turut serta dalam aksi solidaritas.

“Dalam momen ini, kami tidak bisa berdiam diri. Kita harus bersuara untuk mereka yang tidak memiliki suara,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa yang turut menjadi pembicara dalam acara tersebut. “Solidaritas kita adalah kekuatan mereka yang tertindas. Kita harus bersatu, bersama-sama menyuarakan keadilan dan perdamaian untuk Palestina.” Kegiatan orasi ditutup dengan penggalangan dana oleh semua civitas akademika yang akan disalurkan kepada suadara-saudara Palestina.
Kegiatan orasi bela Palestina ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika Institut Ahmad Dahlan Probolinggo untuk meneguhkan komitmennya dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian di Palestina. Semangat yang terpancar dari acara ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk turut serta dalam membangun dunia yang lebih adil dan manusiawi bagi semua orang, termasuk rakyat Palestina.