IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo Perkuat Mutu, Jadikan UMSIDA Rujukan Pengembangan Prodi
PROBOLINGGO — Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo bersama Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan (ITBKES) Ahmad Dahlan Probolinggo terus memperkuat jejaring strategis dengan perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu dan mempercepat pengembangan institusi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada 15 Oktober 2026, sebagai upaya menyerap praktik baik pengelolaan perguruan tinggi dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kedua institusi di Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Assoc. Prof. Benny Prasetiya, M.Pd.I. Bagi IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo, membangun perguruan tinggi yang berkualitas tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi internal. Diperlukan keterbukaan untuk belajar, memperluas kemitraan, dan mengadaptasi praktik baik dari perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan akademik dan tata kelola kelembagaan.
UMSIDA menjadi salah satu mitra strategis sekaligus rujukan pembelajaran bagi IAD Probolinggo, khususnya dalam penguatan tata kelola, penjaminan mutu, serta pengembangan program studi. Melalui interaksi dan pertukaran pengalaman antarkampus, IAD berupaya mengidentifikasi strategi yang relevan untuk diterapkan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan arah pengembangan institusi.
Memperkuat Mutu, Mempercepat Pengembangan Prodi
Penguatan jejaring dengan UMSIDA juga mencerminkan pentingnya sinergi antarinstitusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang semakin kuat di Kota Probolinggo.
IAD Probolinggo dengan fokus pengembangan keilmuan pendidikan dan bidang-bidang akademik yang menjadi mandatnya, bersama ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo dengan pengembangan bidang teknologi, bisnis, dan kesehatan sesuai mandat kelembagaannya, memiliki peluang untuk saling menguatkan dalam membangun layanan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Sinergi tersebut perlu dikembangkan melalui program nyata, antara lain pertukaran pengalaman pengelolaan akademik, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah, pengembangan jejaring pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai bentuk kolaborasi lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.
Dalam konteks ini, jejaring dengan UMSIDA tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antarkampus, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan mempercepat proses pembelajaran organisasi.
UMSIDA Tegaskan Kolaborasi Harus Berlanjut pada Aksi Nyata
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus I UMSIDA, rombongan IAD Probolinggo disambut dan berdiskusi dengan jajaran pimpinan UMSIDA, termasuk Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, Wakil Rektor UMSIDA. Pertemuan ini menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai strategi pengembangan perguruan tinggi, penguatan tata kelola, serta peningkatan mutu akademik.
Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni menyampaikan bahwa kerja sama antar perguruan tinggi perlu ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang saling menguatkan. Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki potensi dan kebutuhan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi. Penguatan sistem penjaminan mutu dan pemanfaatan sistem informasi juga menjadi aspek penting untuk mendukung pengelolaan data akademik serta memudahkan penelusuran dokumen dalam proses akreditasi.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen IAD Probolinggo untuk menjadikan kerja sama dengan UMSIDA sebagai pijakan dalam memperkuat mutu dan mempercepat pengembangan program studi. Bagi IAD, pengalaman UMSIDA merupakan referensi penting yang dapat dipelajari dan diadaptasi sesuai kebutuhan institusi, bukan sekadar menjadi praktik baik yang berhenti pada forum diskusi.
Setelah sesi diskusi, rombongan juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas UMSIDA, khususnya laboratorium yang menjadi salah satu perhatian dalam agenda pengembangan IAD Probolinggo. Kegiatan ini diharapkan memperkaya perspektif institusi dalam merencanakan pengembangan sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan akademik.
Melalui pertemuan tersebut, IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo menegaskan bahwa penguatan jejaring dengan perguruan tinggi Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih bermutu, kolaboratif, dan berdaya saing.
Dari Kerja Sama Menuju Aksi Nyata
Kepemimpinan Assoc. Prof. Benny Prasetiya, M.Pd.I. menempatkan penguatan jejaring dan kolaborasi sebagai bagian dari ikhtiar mendorong kemajuan pendidikan tinggi Muhammadiyah di Probolinggo. Kerja sama antarkampus diharapkan menghasilkan manfaat yang terukur, bukan berhenti pada pertemuan seremonial atau penandatanganan dokumen.
Karena itu, tindak lanjut kunjungan perlu diarahkan pada penyusunan agenda kerja yang jelas, identifikasi kebutuhan pengembangan, penetapan program prioritas, serta evaluasi pelaksanaan kolaborasi. Dengan pendekatan tersebut, praktik baik yang dipelajari dari UMSIDA dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan mutu IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo.
Kedua institusi juga berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi lain yang memiliki pengalaman dan keunggulan relevan. Semakin luas jejaring yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk memperkaya perspektif, memperkuat inovasi, dan meningkatkan daya saing institusi.
Bersama Melangkah Menuju Perguruan Tinggi yang Unggul
Kunjungan ke UMSIDA menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi membutuhkan kemauan untuk terus belajar, keberanian melakukan pembenahan, serta konsistensi membangun kolaborasi.
Bagi IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo, memperkuat jejaring berarti membuka jalan bagi pengembangan institusi yang lebih terarah, penguatan program studi yang berkelanjutan, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo terus melangkah bersama untuk membangun perguruan tinggi Muhammadiyah yang semakin bermutu, adaptif terhadap perubahan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Humas IAD dan ITBKES Ahmad Dahlan Probolinggo.
(Ulil/Huda)