Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
IAD Probolinggo Gelar Pengembangan Pembinaan SDM, Bahas Transformasi Program Studi Keagamaan Islam di Era Digital

IAD Probolinggo Gelar Pengembangan Pembinaan SDM, Bahas Transformasi Program Studi Keagamaan Islam di Era Digital

30 October 2026 10 minutes ago

Probolinggo, 30 Oktober 2026 – Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Peta Jalan Transformasi Program Studi Keagamaan Islam di Era Digital: Penguatan Kelembagaan, Inovasi Akademik, dan Keunggulan Berkemajuan”. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP menekankan pentingnya membangun perguruan tinggi yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan aspek kelembagaan dan penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, produktivitas, karakter, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan modal manusia (human capital) yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa pembangunan human capital dapat dilihat melalui tiga aspek penting. Pertama, survival atau kemampuan manusia untuk tumbuh dan berkembang secara sehat sebagai fondasi kehidupan. Kedua, terpenuhinya aspek pendidikan sebagai sarana membangun pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi. Ketiga, kemampuan memberikan kontribusi terhadap pembangunan sehingga keberadaan manusia memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi perguruan tinggi dalam merancang pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menciptakan manusia yang produktif dan berdaya saing.

Dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, Prof. Arskal juga menyoroti tiga agenda utama yang perlu diperkuat. Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran agar proses pendidikan berlangsung secara bermakna, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kedua, memperkuat kompetensi dan produktivitas lulusan melalui pengembangan kapasitas akademik, keterampilan profesional, serta kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Ketiga, membentuk manusia yang berkarakter dan berdampak, sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap pembangunan.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Institut Ahmad Dahlan Probolinggo untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan kualitas SDM dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital. Melalui pengembangan pembinaan SDM, seluruh unsur perguruan tinggi diharapkan memiliki perspektif yang sama dalam mendorong transformasi program studi keagamaan Islam melalui penguatan tata kelola, inovasi akademik, peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan ini, IAD Probolinggo meneguhkan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, berlandaskan nilai-nilai moralitas, serta mampu melahirkan lulusan yang berkarakter, kompeten, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi Islam yang berkemajuan dan berdampak.


Bagikan artikel ini: