Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
IAD Probolinggo Jadi Tuan Rumah Penyerahan 11 SK Program Studi Baru PTKIM, Perkuat Ekspansi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah

IAD Probolinggo Jadi Tuan Rumah Penyerahan 11 SK Program Studi Baru PTKIM, Perkuat Ekspansi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah

30 October 2026 7 minutes ago

Probolinggo, 30 Oktober 2026 – Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo menjadi tuan rumah kegiatan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Penyelenggaraan Program Studi Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Muhammadiyah (PTKIM) yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pengembangan kelembagaan, memperluas akses pendidikan tinggi Islam, serta meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag.; Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Muhammadiyah (APTIKIM) sekaligus Rektor Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo, Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I.; serta perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Jainuri, M.A. Kegiatan ini juga diikuti oleh para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah penerima SK penyelenggaraan program studi baru.

Dalam sambutannya, Ketua APTIKIM sekaligus Rektor IAD Probolinggo, Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penyerahan SK penyelenggaraan program studi baru merupakan momentum penting dalam memperkuat pengembangan kelembagaan perguruan tinggi keagamaan Islam Muhammadiyah. Pembukaan program studi baru bukan sekadar penambahan jumlah program akademik, melainkan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, pengembangan program studi harus diikuti dengan kesiapan tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Dengan demikian, setiap program studi yang memperoleh izin penyelenggaraan dapat berkembang secara optimal, memiliki daya saing, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta berkarakter.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Jainuri, M.A., yang mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap kualitas pendidikan tinggi seiring dengan bertambahnya program studi baru di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Pengembangan kelembagaan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu akademik, penguatan budaya riset, inovasi pembelajaran, serta pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi kuantitas, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan. 

Sementara itu, penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., kepada para pimpinan perguruan tinggi penerima. Penyerahan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas.

Sebanyak 11 program studi baru dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah menerima SK penyelenggaraan, yang terdiri atas jenjang sarjana dan magister. Program studi tersebut mencakup bidang pendidikan agama Islam, hukum keluarga Islam, bimbingan konseling Islam, ekonomi syariah, dan manajemen pendidikan Islam.

Adapun daftar perguruan tinggi penerima SK penyelenggaraan program studi baru adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara – Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Program Sarjana.
  2. Universitas Muhammadiyah Sampit – Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Program Sarjana.
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga – Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Program Sarjana.
  4. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kalabahi – Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Sarjana.
  5. Universitas Muhammadiyah Sampit – Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Sarjana.
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Aceh Barat Daya – Program Studi Ekonomi Syariah, Program Sarjana.
  7. Universitas Muhammadiyah Enrekang – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Sarjana.
  8. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara – Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Sarjana.
  9. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga – Program Studi Ekonomi Syariah, Program Sarjana.
  10. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro – Program Studi Ekonomi Syariah, Program Sarjana.
  11. Universitas Muhammadiyah Gresik – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Program Magister.

Penyerahan 11 SK program studi baru ini menjadi capaian penting bagi pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam memperluas bidang keilmuan dan pemerataan akses pendidikan tinggi Islam di berbagai daerah. Kehadiran program-program studi baru tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika sosial dan keagamaan.

Penyelenggaraan kegiatan di IAD Probolinggo juga menjadi ruang silaturahmi, koordinasi, dan penguatan jejaring antarperguruan tinggi keagamaan Islam Muhammadiyah. Sinergi antara Kementerian Agama RI, APTIKIM, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat arah pengembangan kelembagaan PTKIM melalui kolaborasi, peningkatan mutu akademik, dan inovasi penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Melalui momentum ini, IAD Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, inovatif, dan berkemajuan. Penyerahan SK ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah nyata dalam membangun masa depan pendidikan tinggi Islam Muhammadiyah yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berdampak bagi masyarakat.


Bagikan artikel ini: