Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Perkuat Internasionalisasi Kampus melalui Beasiswa Penuh bagi Empat Mahasiswa Thailand

Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Perkuat Internasionalisasi Kampus melalui Beasiswa Penuh bagi Empat Mahasiswa Thailand

14 April 2026 2 days ago

Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Perkuat Internasionalisasi Kampus melalui Beasiswa Penuh bagi Empat Mahasiswa Thailand

Probolinggo, 14 April 2026 — Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo kembali menorehkan langkah penting dalam penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi. Pada 14 April 2026, IAD Probolinggo secara resmi memberikan beasiswa penuh (full scholarship) kepada empat mahasiswa asal Thailand, yaitu Yupadol Joraka, Tasleem Ismaal, Mamud Adaem, dan Sorleeheem Doima.

Program beasiswa ini mencakup pembiayaan studi dan biaya hidup (living cost) selama masa pendidikan. Para mahasiswa tersebut akan menempuh studi pada jenjang dan program yang berbeda, yakni Pascasarjana Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Keluarga Islam (Akhwal Al-Syakhsiyyah). Untuk jenjang sarjana (S1), masa studi ditempuh selama 8 semester, sedangkan untuk jenjang magister (S2) ditempuh selama 4 semester.

Pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen IAD Probolinggo untuk membangun atmosfer pendidikan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdaya saing global. Kehadiran mahasiswa internasional di lingkungan kampus menjadi penanda semakin luasnya kepercayaan masyarakat luar negeri terhadap kualitas pendidikan yang dikembangkan oleh IAD Probolinggo.

Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Dr. Benny Praetiya, M.Pd.I, menegaskan bahwa program ini merupakan strategi nyata dalam mendorong kampus agar semakin dikenal di tingkat internasional.

“Pemberian beasiswa penuh termasuk living cost ini adalah bagian dari upaya internasionalisasi kampus. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa IAD Probolinggo tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga menjadi rujukan bagi calon mahasiswa dari luar negeri,” ujar Dr. Benny Praetiya, M.Pd.I.

Sebagai tahap awal penyesuaian akademik, keempat mahasiswa asal Thailand tersebut akan mengikuti kelas bahasa selama dua bulan. Program ini bertujuan untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran, budaya akademik, serta mendukung kesiapan dalam mengikuti proses perkuliahan secara optimal.

Hingga saat ini, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo telah menjalin kerja sama dengan 15 lembaga pendidikan di Thailand, khususnya di kawasan Thailand Selatan dan Bangkok. Jaringan kerja sama tersebut meliputi lembaga pendidikan dari Narathiwat, Songkla, Pattani, dan Hatyai. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperluas jejaring kelembagaan, pertukaran akademik, dan peningkatan kualitas pendidikan lintas negara.

Selain menerima mahasiswa internasional, IAD Probolinggo juga terus mendorong mobilitas global mahasiswanya. Dalam waktu dekat, kampus akan memberangkatkan 25 mahasiswa ke Thailand untuk mengikuti program KKN Internasional Batch 3 selama satu bulan. Program ini diharapkan mampu memperkuat pengalaman pengabdian, memperluas wawasan global, serta mempererat hubungan pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Thailand.

Langkah strategis ini menegaskan posisi Institut Ahmad Dahlan Probolinggo sebagai perguruan tinggi Islam yang terus bergerak maju, terbuka terhadap kolaborasi internasional, dan berkomitmen mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.


Bagikan artikel ini: