MALANG – Mahasiswa Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Malang Championship 6 yang memperebutkan Piala Wali Kota Malang. Kejuaraan bergengsi tersebut diselenggarakan pada 24–26 Juli 2026 di GOR Ken Arok, Kota Malang, dan diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, serta perguruan silat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Institut Ahmad Dahlan Probolinggo berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih 11 medali, yang terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 6 medali perunggu, serta memperoleh 4 penghargaan Harapan I pada berbagai kategori seni maupun tanding tingkat dewasa.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa IAD Probolinggo tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga, khususnya seni bela diri pencak silat. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan sportivitas, sekaligus mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.
Satu-satunya medali emas bagi IAD Probolinggo berhasil dipersembahkan oleh Muhammad Abdul Yunus dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Semester 4 pada kategori Seni Tunggal Bersenjata Putra Dewasa. Selain meraih medali emas, Yunus juga berhasil menyumbangkan medali perak pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putra Dewasa serta medali perunggu pada kategori Tanding Kelas B Putra Dewasa, sehingga menjadi atlet dengan raihan prestasi terbanyak bagi kontingen IAD Probolinggo.
Sementara itu, empat medali perak lainnya berhasil diraih oleh Yonita Nayla Agustina Putri dari Program Studi PGMI dan Gizi Semester 2 pada kategori Seni Tunggal Bersenjata Putri Dewasa, Luluk Nur Isnaini dari HKI Semester 8 pada kategori Tanding Kelas Under Putri Dewasa, serta Jihan Nabila W dari PAI Semester 8 pada kategori Tanding Kelas B Putri Dewasa.
Enam medali perunggu berhasil dipersembahkan oleh Cantika Adelia Fahmasari (PAI Semester 4) pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putri Dewasa, Wahyuli Romadotul Husnah (PAI Semester 4) pada kategori Seni Tunggal Bersenjata Putri Dewasa, Rosadiyah Nia Atus Sa'adah (PAI Semester 2) pada kategori yang sama, Melvin Oktavia Iraratu (Ekonomi Syariah Semester 2) pada kategori Tanding Kelas A Putri Dewasa, Muhammad Abdul Yunus (HKI Semester 4) pada kategori Tanding Kelas B Putra Dewasa, serta Aulia Dwi Wulandari dari Program Studi Ekonomi Syariah pada kategori Tanding Kelas C Putri Dewasa.
Selain perolehan medali, empat mahasiswa IAD Probolinggo juga berhasil memperoleh penghargaan Harapan I, yaitu Firdaus Amalia Sholehudin (PGMI Semester 2) pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putri Dewasa, Sabrina Arthamonova (Ekonomi Syariah dan Bisnis Digital Semester 2) pada kategori yang sama, Achmad Khoiriyansyah (PGMI Semester 2) pada kategori Tanding Kelas H Putra Dewasa, serta Ririn Astutik (PAI dan Bioteknologi Semester 2) pada kategori Tanding Kelas A Putri Dewasa.
Keberhasilan para atlet tidak terlepas dari kerja keras, disiplin latihan, semangat juang yang tinggi, serta dukungan penuh dari para pelatih, pendamping, dan sivitas akademika Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis, mental bertanding, serta memperluas jejaring dengan atlet dari berbagai daerah.
Pimpinan Institut Ahmad Dahlan Probolinggo menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para mahasiswa. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut juga menjadi bukti komitmen Institut Ahmad Dahlan Probolinggo dalam mendukung pengembangan bakat dan minat mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Melalui capaian pada Malang Championship 6, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo kembali menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada kualitas pendidikan, tetapi juga aktif melahirkan mahasiswa berprestasi di berbagai bidang. Diharapkan prestasi ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik kampus di tingkat regional, nasional, maupun internasional.