GENTING HIGHLANDS – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Short Course Malaysia 2026, Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo mengikuti Workshop on Education Management and Research in Education di Institut Aminuddin Baki (IAB) Cawangan Genting Highlands pada Rabu, 22 Juli 2026. Workshop tersebut memberikan penguatan kepada mahasiswa mengenai metodologi penelitian dan penerapannya dalam kajian manajemen pendidikan.
Workshop menghadirkan Tajul Ashikin Jumahat, Ph.D. sebagai pembicara utama. Ia merupakan dosen senior pada Department of Research and Educational Development, Institut Aminuddin Baki, Kementerian Pendidikan Malaysia. Tajul Ashikin menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang pendidikan dan memiliki perhatian akademik pada psikometri, kecerdasan spiritual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, penilaian kelas, penelitian tindakan, psikologi Islam, serta kepemimpinan pendidikan.
Rekam jejak akademiknya juga menunjukkan perhatian yang kuat terhadap pengembangan penelitian berbasis nilai Islam. Sejumlah karyanya mengkaji kecerdasan spiritual dalam perspektif Islam, psikologi spiritual, pengembangan instrumen kecerdasan spiritual bagi pemimpin sekolah, serta kepemimpinan moral dalam pengembangan sekolah. Kajian-kajian tersebut menempatkan aspek spiritualitas, moralitas, tanggung jawab, dan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam penelitian pendidikan.
Dalam workshop tersebut, mahasiswa Pascasarjana IAD Probolinggo mempelajari pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif serta penggunaannya dalam mengkaji berbagai persoalan manajemen pendidikan. Pembahasan mencakup cara menentukan permasalahan penelitian, merumuskan pertanyaan penelitian, memilih desain yang sesuai, mengumpulkan data, serta melakukan analisis dan penarikan kesimpulan secara sistematis.
Hal yang membedakan workshop tersebut dari pembahasan metodologi penelitian pada umumnya adalah penekanan Tajul Ashikin terhadap pentingnya menggunakan Islamic worldview atau pandangan dunia Islam dalam melaksanakan penelitian pendidikan. Menurutnya, penelitian tidak hanya berkaitan dengan penggunaan metode dan teknik analisis, tetapi juga dipengaruhi oleh cara peneliti memandang manusia, ilmu pengetahuan, pendidikan, nilai, dan tujuan kehidupan.
Penekanan pada Islamic worldview memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian manajemen pendidikan. Pengelolaan lembaga pendidikan tidak hanya dipahami sebagai upaya mencapai efektivitas organisasi dan keberhasilan administratif, tetapi juga sebagai proses membangun manusia, menjaga amanah, menegakkan nilai moral, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Mahasiswa mengikuti workshop dengan penuh antusias. Meskipun pembahasan metodologi dan penulisan penelitian berlangsung cukup serius, peserta tetap menikmati setiap penjelasan yang disampaikan. Penyampaian materi yang komunikatif dan disertai contoh-contoh penelitian membuat suasana workshop menjadi lebih hidup serta mudah dipahami.
Direktur Pascasarjana IAD Probolinggo, Dr. Khoiriyah, M.Pd.I., menilai workshop tersebut memiliki nilai akademik yang sangat penting bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan metodologis menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa pascasarjana agar mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan.
“Workshop ini memberikan perspektif yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar memilih dan menggunakan metode penelitian secara tepat, tetapi juga diajak memahami bahwa penelitian memiliki landasan nilai dan pandangan hidup. Sebagai akademisi Muslim, kita perlu menghasilkan penelitian yang kuat secara metodologis, tetapi tetap memiliki orientasi moral, spiritual, dan kemaslahatan,” ungkapnya.
Kegiatan hari ketiga Short Course Malaysia 2026 tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa pascasarjana tidak hanya dilakukan melalui perkuliahan dan penulisan tugas akademik. Mahasiswa juga perlu bertemu secara langsung dengan akademisi dan peneliti internasional, berdiskusi mengenai perkembangan metodologi, serta mengenal perspektif baru yang dapat memperkuat kualitas penelitian mereka.