KUALA LUMPUR – Mahasiswa Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo memperoleh kesempatan belajar secara langsung mengenai riset dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi di Universiti Malaya, Malaysia, pada Jumat (24/7). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian International Short Course Malaysia 2026 yang dirancang untuk memperkuat kompetensi penelitian, penulisan akademik, dan jejaring internasional mahasiswa.
Short course menghadirkan dua akademisi dari Department of Islamic History, Civilization and Education, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, yaitu Prof. Dr. Mohd Roslan bin Mohd Nor dan Dr. Muhammad Khalis bin Ibrahim.
Prof. Dr. Mohd Roslan bin Mohd Nor merupakan Ketua Department of Islamic History, Civilization and Education sekaligus profesor pada Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya. Ia memiliki pengalaman luas dalam penelitian, pengelolaan jurnal ilmiah, dan pembimbingan mahasiswa pascasarjana. Selain menjabat sebagai ketua departemen, ia juga tercatat sebagai Editor-in-Chief Journal of Al-Tamaddun dan aktif mengembangkan kajian sejarah serta peradaban Islam, studi Timur Tengah, multikulturalisme, dan persoalan masyarakat Muslim.
Pembicara berikutnya, Dr. Muhammad Khalis bin Ibrahim, merupakan dosen senior pada departemen yang sama. Ia aktif melakukan penelitian dan publikasi mengenai Islamisme, Islamofobia, studi Turkiye, sejarah politik, dan pemikiran kontemporer. Berbagai artikelnya telah diterbitkan dalam jurnal internasional terindeks, sehingga pengalaman akademiknya memberikan gambaran konkret kepada mahasiswa mengenai proses membangun riset yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai seluk-beluk penelitian dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Para pembicara juga menjelaskan pentingnya memilih tema yang memiliki nilai akademik, relevansi global, dan kontribusi yang jelas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka juga turut menjelaskan berbagai strategi praktis untuk menembus jurnal internasional bereputasi.
Pembahasan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa publikasi internasional merupakan proses panjang yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kemampuan melakukan perbaikan secara berulang. Penolakan artikel tidak harus dipandang sebagai kegagalan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar untuk meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan ilmiah.
Momentum kunjungan akademik tersebut semakin bermakna dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara Universiti Malaya dan Institut Ahmad Dahlan Probolinggo dalam bidang penelitian. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis bagi kedua institusi untuk memperkuat hubungan akademik dan mengembangkan kolaborasi riset secara berkelanjutan.
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi pelaksanaan penelitian bersama, publikasi kolaboratif, seminar internasional, pengembangan kapasitas peneliti, serta pendampingan publikasi ilmiah. Bagi IAD Probolinggo, kerja sama dengan Universiti Malaya merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring internasional dan meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi.
Bagi mahasiswa Pascasarjana IAD Probolinggo, kegiatan di Universiti Malaya menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga. Mereka memperoleh kesempatan belajar langsung dari akademisi yang berpengalaman dalam penelitian, pengelolaan jurnal, dan publikasi internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi mahasiswa untuk menghasilkan artikel yang tidak hanya memenuhi tugas akademik, tetapi juga layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pascasarjana IAD Probolinggo untuk membangun budaya riset yang kuat, produktif, dan berorientasi internasional. Melalui pembekalan publikasi dan penguatan kerja sama dengan Universiti Malaya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi peneliti yang kritis, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.