Jember – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Ahmad Dahlan Probolinggo mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (APMU PTMA) dan Launching Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTMA 5.0. Kegiatan berlangsung pada tanggal 28–30 Juni 2026 di Hotel FortunaGrande Jember dengan mengusung tema "Penguatan APMU dan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Menuju PTMA Unggul, Terakreditasi Internasional, dan Berdampak."
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan pengelola Lembaga Penjaminan Mutu dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Rakornas menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga penjaminan mutu sekaligus menyelaraskan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional maupun internasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mengenai penguatan tata kelola penjaminan mutu, strategi peningkatan akreditasi nasional dan internasional, pengembangan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi, serta implementasi Pedoman SPMI PTMA 5.0 sebagai acuan terbaru bagi seluruh PTMA. Pedoman ini diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem penjaminan mutu yang adaptif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola institusi.
Keikutsertaan LPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo dalam Rakornas ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui penguatan sistem penjaminan mutu yang terintegrasi. Selain menjadi ajang berbagi praktik baik (best practices) antar-PTMA, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan mutu berbasis inovasi dan transformasi digital.
Melalui peluncuran Pedoman SPMI PTMA 5.0, LPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo memperoleh arah dan strategi baru dalam mengimplementasikan siklus penjaminan mutu yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada continuous quality improvement. Pedoman tersebut menjadi landasan penting dalam mendukung pencapaian visi institusi sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua LPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo menyampaikan bahwa partisipasi dalam Rakornas APMU PTMA menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen institusi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui penyelarasan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi implementasi SPMI di lingkungan Institut Ahmad Dahlan Probolinggo.
Dengan mengikuti Rakornas APMU PTMA dan Launching Pedoman SPMI PTMA 5.0, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo semakin meneguhkan langkahnya menuju PTMA yang unggul, berdaya saing global, terakreditasi internasional, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi serta pembangunan masyarakat. (wj/tw)