Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
PASCASARJANA IAD JELAJAHI TATA KELOLA ISLAM MALAYSIA

PASCASARJANA IAD JELAJAHI TATA KELOLA ISLAM MALAYSIA

20 July 2026 4 days ago

PUTRAJAYAPascasarjana Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo mengawali rangkaian kegiatan Short Course Malaysia 2026 dengan melakukan kunjungan akademik ke Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Putrajaya, pada 20 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi agenda pembuka dalam program internasional yang dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pendidikan, kelembagaan, dan tata kelola kehidupan keagamaan di Malaysia.

Kehadiran rombongan Pascasarjana IAD Probolinggo disambut secara langsung oleh Ketua Pengarah JAKIM, Dato’ Dr. Sirajuddin bin Suhaimee, bersama jajaran pimpinan dan staf JAKIM. Penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus mencerminkan kuatnya hubungan persaudaraan antara masyarakat akademik Indonesia dan lembaga keislaman Malaysia.

Dalam sambutannya, Dato’ Dr. Sirajuddin bin Suhaimee menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pascasarjana IAD Probolinggo. 

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo di JAKIM. Kunjungan seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan, berbagi pengalaman, serta membuka ruang kerja sama dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan keagamaan antara Malaysia dan Indonesia,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan, peserta memperoleh penjelasan mengenai kedudukan, tugas, dan peran strategis JAKIM dalam struktur pemerintahan Malaysia. JAKIM merupakan lembaga utama pemerintah federal Malaysia yang bertanggung jawab dalam merencanakan, mengoordinasikan, dan mengembangkan berbagai urusan Islam pada tingkat nasional.

Berbeda dengan sistem pengelolaan agama di Indonesia, penyelenggaraan urusan Islam di Malaysia melibatkan hubungan antara pemerintah federal, pemerintah negara bagian, Majlis Agama Islam Negeri, Jabatan Agama Islam Negeri, serta Sultan atau Raja yang berkedudukan sebagai kepala agama Islam di negara bagian masing-masing. Dalam struktur tersebut, JAKIM menjalankan fungsi koordinasi, perencanaan, dan penyelarasan kebijakan pada tingkat federal.

Secara umum, JAKIM memiliki fungsi strategis dalam penyelarasan hukum syariah, pengembangan pendidikan Islam, administrasi keagamaan, dakwah, penelitian keislaman, pengelolaan masjid, pembangunan keluarga Islam, penerbitan dan penyiaran keagamaan, serta pengembangan industri dan sertifikasi halal Malaysia.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa pengelolaan urusan Islam memerlukan koordinasi kelembagaan yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan kebijakan dan teknologi. JAKIM tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan sosial kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat.

Rektor IAD Probolinggo menyampaikan bahwa kunjungan ke JAKIM memiliki nilai strategis bagi mahasiswa, khususnya dalam membangun wawasan internasional dan memahami praktik pengelolaan kelembagaan Islam di negara lain.

“Mahasiswa Pascasarjana tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan dari ruang perkuliahan. Mereka juga perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah lembaga keislaman pada tingkat nasional merumuskan kebijakan, mengoordinasikan program, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya cara berpikir mahasiswa sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat dikembangkan di Indonesia,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan kegiatan di JAKIM, rombongan melanjutkan lawatan ke dua masjid ikonik di Putrajaya, yaitu Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin (Masjid Besi) dan Masjid Putra. Masjid Besi tampil megah dengan dominasi struktur baja, desain modern yang terbuka, serta panorama indah di tepi Danau Putrajaya, sedangkan Masjid Putra memancarkan keanggunan melalui kubah merah muda, halaman yang luas, dan arsitektur khas yang berpadu harmonis dengan kawasan pemerintahan di sekitarnya. Keindahan kedua masjid tersebut tidak hanya menunjukkan kemegahan seni bina Islam di Malaysia, tetapi juga menghadirkan suasana religius, teduh, dan memukau bagi setiap pengunjung.

Lawatan ke kedua masjid tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal pembangunan masjid yang memadukan fungsi ibadah, pendidikan, pelayanan masyarakat, identitas keislaman, dan keindahan arsitektur. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan refleksi bersama mengenai pentingnya kelembagaan Islam yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Bagikan artikel ini: