Dosen IAD Kota  Probolinggo Gaungkan Kearifan Lokal di Forum Internasional AnCoMS ke-7
Dosen IAD Kota  Probolinggo Gaungkan Kearifan Lokal di Forum Internasional AnCoMS ke-7
Fri, 24 October 2025 9:32
AnCoMS 1

IAD  Kota Probolinggo Berpartisipasi dalam ANCOMS ke-7: Wujud Komitmen Akademik Menuju Harmoni Global Probolinggo , Kamis (23/10/2025) Institut Ahmad Dahlan Kota Probolinggo(IAD) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah akademik internasional dengan turut berpartisipasi dalam Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) ke-7, sebuah forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan para akademisi Muslim dari berbagai perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah IV Jawa Timur ini diikuti oleh peserta dari berbagai institusi, termasuk delegasi dari Pakistan dan Mesir, menandai semangat kolaborasi global dalam pengembangan keilmuan Islam. Tahun ini, ANCOMS mengusung tema besar “From Local Wisdom to Global Harmony: Nurturing Love and Tolerance for Islamic Scholarship”

Rangkaian acara dibuka dengan seminar pembukaan yang menghadirkan tiga pembicara kunci (keynote speakers) berkompeten di bidangnya, yakni: H. Farid Saenong, MA., Ph.D., Staf Ahli Menteri Agama RI,Dr. Muhammad al-Murakeby, Head of the Centre for Islam and Global Challenges, Indonesian International Islamic University, dan Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D., Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Melalui partisipasinya dalam forum ilmiah ini, IAD Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi akademiknya dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan berwawasan global. Kegiatan ANCOMS ke-7 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan akademik, tetapi juga momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi Islam di tingkat internasional.

Dalam pemaparannya, Farid Saenong menekankan pentingnya merawat nilai kearifan lokal sebagai modal sosial bangsa yang sejalan dengan spirit Islam rahmatan lil ‘alamin. “Dalam konteks global hari ini, kearifan lokal bukan hambatan, tetapi pintu menuju harmoni global jika dielaborasi dalam riset dan keilmuan. Tradisi dan kearifan lokal nusantara yang perlu diangkat agar Indonesia dikenal dunia melalui kekayaan kearifan lokalnya” ujarnya. Dilanjutkan dengan pemateri ke dua, Dr. Muhammad al-Murakeby menyoroti urgensi menjawab tantangan global melalui kerangka keilmuan Islam yang dialogis. Ia menegaskan bahwa isu-isu global seperti krisis kemanusiaan, polarisasi, dan intoleransi membutuhkan respon ilmiah berbasis nilai cinta dan kelenturan tradisi Islam dalam sejarah peradaban.

Sementara itu, Prof. Abdul Kadir Riyadi menegaskan bahwa penerjemahan nilai cinta dan toleransi ke dalam bahasa ilmiah Islam tidak cukup pada tataran wacana, melainkan perlu komitmen praksis di perguruan tinggi, kurikulum, dan ekosistem riset. “Keilmuan Islam harus melahirkan harmoni, bukan sekadar argumentasi,” tandasnya

Dalam sambutannya, Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi Islam sebagai jembatan antara nilai-nilai kearifan lokal dan dinamika global. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan Islam harus mampu menghadirkan gagasan yang mengakar pada tradisi, namun tetap adaptif terhadap perubahan zaman.

Pada kesempatan tersebut, tiga narasumber utama dari berbagai disiplin ilmu dihadirkan. Mereka merupakan akademisi berkompeten yang mendalami dua isu utama dalam konferensi ini, yakni kearifan lokal (local wisdom) dan harmoni global (global harmony). Tema yang diangkat berfokus pada bagaimana nilai-nilai lokal dapat memberikan kontribusi nyata bagi tatanan dunia yang lebih harmonis.

Dengan rekam jejak dan pengalaman luas di tingkat lokal maupun internasional, ketiga pemateri tersebut menghadirkan pandangan yang kaya, kontekstual, dan relevan dengan tantangan global masa kini.

Dalam ajang AnCoMS ke-7 kali ini, IAD Kota Probolinggo berpartisipasi dengan mengirim Dua dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk menjadi presenter sekaligus berbagi hasil riset mereka di forum internasional tersebut. Dua dosen tersebut menampilkan penelitian yang beragam namun berpijak pada semangat yang sama  menghadirkan nilai-nilai Islam yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal.

Di antaranya, Dr. Khoiriyah(Direktur Pascasarjana IAD) Memaparkan riset berjudul “The ‘Dhelem’ Dialect in Madura: A Phenomenological Study of Local Wisdom Values in Communication and Culture” Sedangkan Ulil Hidayah(Dekan FITK) Memaparkan Riset Berjudul Living Tolerance: The Practice Of Social Harmony Among Interfaith Women In The GOW Movement.

Keterlibatan aktif para dosen IAD Kota Probolinggo dalam AnCoMS ke-7 menjadi cerminan nyata komitmen institusi dalam memperkuat tradisi penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik lintas negara. Melalui forum ilmiah bergengsi ini, para dosen tidak hanya mempresentasikan hasil riset yang inovatif, tetapi juga turut memperkaya diskursus akademik Islam dengan perspektif yang mendalam dan kontekstual. Fokus penelitian yang diangkat berakar pada kearifan lokal, namun tetap menawarkan relevansi dan daya saing yang mampu berkontribusi di tingkat global.

Rektor IAD Kota Probolinggo , Assoc. Prof. Dr. Beny Prasetya M.Pd.I menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi signifikan ini. “Kami bangga dosen-dosen IAD Kota Probolinggo terus berkiprah di forum akademik nasional. Partisipasi ini mempertegas posisi IAD Kota Probolinggo sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu Islam yang kontekstual dan berdaya saing global,” ujar Dr. Beny Menurutnya, keterlibatan ini menegaskan bahwa IAD Kota Probolinggo adalah institusi yang peduli terhadap pengembangan ilmu pengetahuan Islam berbasis konteks keindonesiaan.

Melalui penyelenggaraan AnCoMS ke-7, diharapkan forum ini menjadi wadah sinergi strategis bagi para akademisi dari seluruh Indonesia untuk memperkuat kualitas riset sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi. Partisipasi IAD Kota  Probolinggo dalam ajang internasional ini menegaskan komitmen institusi dalam mengusung nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berpijak kuat pada kearifan budaya lokal. Lewat kontribusi aktif para dosennya, IAD Kota Probolinggo menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang siap berperan dalam pengembangan ilmu keislaman yang relevan dan berdampak bagi kemajuan peradaban global.

Kampus

Artikel Lainnya

BPSDMP KOMINFO SURABAYA APRESIASI KOTA PROBOLINGGO ATAS DUKUNGAN PENGEMBANGAN SDM DIGITAL
Probolinggo – Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) ...
Thu, 11 December 2025 | 8:51
Thematic Academy IAD Probolinggo Cetak 101 Kreator Era 5.0
Probolinggo— Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo sukses menyelenggarakan ...
Thu, 11 December 2025 | 7:19
Pelatihan Thematic Academy Video Content Creator IAD Probolinggo Siapkan 101 Mahasiswa Hadapi Era Society 5.0
Probolinggo – Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo menyelenggarakan Themat...
Thu, 11 December 2025 | 7:08
Tim Penyusun IAD Serahkan Laporan Akhir RPKD kepada Wali Kota Probolinggo: Wujud Komitmen Tekan Kemiskinan dan Perkuat Layanan Dasar
Kota Probolinggo — Pemerintah Kota Probolinggo bersama Institut Ahmad Dahlan ...
Thu, 27 November 2025 | 1:29