
KOTA PROBOLINGGO — Tim Penyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) IAD Kota Probolinggo melaksanakan FGD Sesi 2 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam rangka memperkuat penyusunan dokumen RPKD. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari FGD dengan kelurahan pada sesi pertama, dengan fokus pada verifikasi data, penyelarasan program, serta pendalaman isu-isu strategis kemiskinan lintas sektor.
FGD dibuka dengan arahan dari Bapperida Kota Probolinggo, kemudian dilanjutkan paparan rangkuman temuan kelurahan oleh Ketua Tim Penyusun RPKD, yaitu Rektor IAD Kota Probolinggo Dr. Benny Prasetya, M.Pd.I. Dalam sesi ini, tim memaparkan peta masalah kemiskinan tingkat kelurahan dari lima dimensi: ekonomi rumah tangga, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Sejumlah OPD hadir dan memberikan masukan strategis, di antaranya, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, OPD memberikan klarifikasi data, capaian program, tantangan lapangan, hingga rekomendasi intervensi prioritas untuk menurunkan angka kemiskinan. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan perlunya sinergi antar-dinas dalam penanganan isu-isu seperti stunting, kesenjangan pendidikan, pengangguran, keterbatasan usaha mikro, hingga kondisi infrastruktur dasar.
Dengan terlaksananya FGD Sesi 2 ini, Tim Penyusun RPKD memperoleh penguatan data dan masukan kebijakan yang komprehensif. Hasil diskusi akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen RPKD Kota Probolinggo agar lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.