
Kota Probolinggo — Institut Ahmad Dahlan (IAD) Kota Probolinggo mendapat mandat dari wali kota probolinggo sebagai Tim Penyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) tahun 2025 -2029. Tim yang diketuai oleh rektor IAD Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama seluruh kelurahan dan kecamatan se-Kota Probolinggo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghimpun data lapangan untuk penyusunan dokumen RPKD yang lebih akurat dan berbasis kebutuhan masyarakat.
FGD dibuka oleh Bapak Yanuar dari Bagian Perencanaan Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan dokumen penanggulangan kemiskinan yang tajam, terukur, dan berpihak pada kelompok rentan. Ia juga mengapresiasi peran IAD sebagai mitra akademis dalam proses penyusunan dokumen daerah.
Setelah pembukaan, sesi dilanjutkan dengan pemaparan draft awal RPKD oleh Rektor IAD Kota Probolinggo yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penyusun. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pendekatan analisis kemiskinan yang digunakan, termasuk tahapan verifikasi lapangan, identifikasi kelompok rentan, serta arah prioritas program yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Para peserta dari kelurahan dan kecamatan kemudian memberikan masukan berdasarkan kondisi riil wilayah masing-masing, mulai dari masalah sosial-ekonomi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, hingga potensi lokal yang dapat dikembangkan. Diskusi berjalan aktif dan menghasilkan banyak informasi penting sebagai bahan penyempurnaan dokumen.
Melalui kegiatan ini, Tim Penyusun RPKD IAD memperoleh data komprehensif dan valid yang akan memperkuat analisis permasalahan kemiskinan di Kota Probolinggo. FGD ini diharapkan menjadi pijakan dalam perumusan program prioritas yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.