
Probolinggo, 17 September 2025 – Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo hari ini menyelenggarakan kuliah umum internasional dengan tema “The Role and Challenges of Students in Promoting Islamic Peace in the World.” Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yakni Prof. Dr. Sulaiman Hassan Sulaiman, utusan dari Libya sekaligus dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Prof. Dr. Fahd Mohanna Saleem Al-Ahmadi dari Islamic University of Madina.
Acara ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika IAD Probolinggo untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perdamaian Islam dalam konteks global. Kuliah umum tersebut juga sejalan dengan visi kampus dalam membentuk generasi muda Islam yang berwawasan luas, cinta damai, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Fahd Mohanna Saleem Al-Ahmadi menekankan urgensi manajemen waktu.
Beliau mengingatkan bahwa waktu lebih berharga daripada emas, sehingga tidak boleh disia-siakan. “Saat ini, waktu terasa sangat singkat; satu tahun bagaikan satu bulan, dan satu minggu bagaikan satu hari. Karena itu, manfaatkanlah waktu untuk belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Sulaiman Hassan menggarisbawahi hakikat Islam sebagai agama yang damai. Beliau menekankan bahwa tugas umat Islam, khususnya mahasiswa, adalah menyampaikan kepada dunia bahwa Islam membawa misi perdamaian. “Jangan terpengaruh oleh opini atau berita yang menyesatkan tentang Islam. Sebaliknya, tunjukkanlah melalui sikap, perilaku, dan kontribusi nyata bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.
Kuliah umum ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta mahasiswa pasca sarjana dan berlangsung dengan interaktif. Peserta terlibat aktif dalam diskusi, membahas tantangan globalisasi, peran media, hingga kontribusi mahasiswa dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa IAD Probolinggo semakin sadar akan peran strategis mereka sebagai duta perdamaian Islam. Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi insan akademis, tetapi juga figur yang membawa nilai-nilai Islam ke dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan seruan bersama agar mahasiswa selalu berkomitmen memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta berperan aktif dalam menjaga dan menebarkan perdamaian dunia. NUN