
Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo secara resmi memulai rangkaian Pemilihan Rektor Periode 2025–2029 sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan berkemajuan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Tahap awal pemilihan diawali dengan penawaran kesediaan kepada dosen yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon rektor. Seluruh proses pemilihan dilaksanakan secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) Usulan Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dikembangkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah. Penggunaan sistem ini memastikan setiap tahapan berjalan terdokumentasi, objektif, dan sesuai dengan ketentuan persyarikatan.
Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo menyampaikan bahwa seluruh proses penjaringan dan penilaian dilakukan melalui aplikasi tersebut, termasuk pemilihan bakal calon rektor oleh para anggota Senat Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Melalui sistem ini, anggota senat memberikan penilaian dan menentukan bakal calon rektor secara tertib dan akuntabel sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Panitia pemilihan menetapkan sejumlah persyaratan bagi bakal calon rektor, antara lain memiliki kualifikasi akademik doktor (S3) serta memenuhi ketentuan jabatan akademik dan persyaratan administratif lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Berdasarkan hasil proses yang telah dilaksanakan oleh Senat Institut Ahmad Dahlan Probolinggo melalui sistem SIM Usulan Rektor PTM, ditetapkan empat nama sebagai bakal calon Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo periode 2025–2029. Keempat bakal calon tersebut adalah Assoc. Dr. Benny Prasetya, M.Pd.I., Dr. Heri Rifhan Halili, M.Pd.I., Dr. M. Alfi Syahrin, S.Pd., M.H., dan Dr. Khoiriyah, M.Pd.I.
Selanjutnya, para bakal calon rektor akan mengikuti rangkaian tahapan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku, yang meliputi proses verifikasi dan validasi dokumen, penilaian oleh Senat Institut, penilaian oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, penilaian oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, serta penilaian psikologi. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara berjenjang dan terintegrasi melalui aplikasi SIM Usulan Rektor PTM.
Melalui rangkaian proses pemilihan rektor ini, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo berharap dapat melahirkan pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, dan visi strategis dalam membawa institusi menuju perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing.
Dengan dukungan dan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo optimistis proses pemilihan Rektor periode 2025–2029 akan berjalan dengan lancar serta menghasilkan kepemimpinan terbaik yang sejalan dengan nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah dan pengabdian kepada umat serta bangsa.