
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Ahmad Dahlan Probolinggo kembali menghadirkan kegiatan yang inspiratif melalui agenda refleksi diri bersama mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang mengenali potensi diri, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat arah pengembangan program studi (prodi) agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan tantangan masa depan pendidikan.

Antusiasme mahasiswa tampak jelas sepanjang kegiatan. Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Abdul Qodir, mengungkapkan bahwa melalui refleksi tersebut ia mampu menggambarkan mimpi-mimpinya dalam lima tahun ke depan. Ia menilai kegiatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa perjalanan akademik bukan sekadar menyelesaikan kuliah, tetapi juga merancang masa depan dengan kesadaran dan tujuan yang jelas.
Semangat serupa juga disampaikan oleh Laili, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Ia berbagi kisah bahwa kesempatan melanjutkan kuliah setelah menikah merupakan anugerah yang sangat ia syukuri, terutama karena dukungan dari suaminya. Baginya, refleksi diri menjadi momentum untuk meneguhkan kembali mimpi dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa sekaligus sebagai pribadi yang terus berkembang.


Kegiatan ini didampingi oleh Kaprodi PGMI, Fasich Nur Firdaus, M.Pd, yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kesadaran arah belajar sejak dini, karena keberhasilan prodi juga ditentukan oleh semangat dan capaian mahasiswanya.
Turut hadir dan berperan aktif Kaprodi PGMI Nuryami, M.Pd dan Kaprodi PAI Nazahah Ulin Nuha, M.Pd. Keduanya mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan dan reputasi program studi. Penguatan prodi, sebagaimana disampaikan dalam diskusi, tidak hanya bergantung pada kurikulum dan kebijakan, tetapi juga pada keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses akademik, penelitian, dan pengabdian.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan kaprodi masing-masing mengenai arah pengembangan program studi. Dialog berlangsung terbuka dan konstruktif, menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa kemajuan prodi adalah tanggung jawab kolektif antara pengelola dan mahasiswa.
Melalui kegiatan refleksi diri ini, FITK berharap mahasiswa mampu mengenali potensi, menata mimpi, serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani proses pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun program studi yang semakin kuat, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

