
PROBOLINGGO – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Ahmad Dahlan Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru yang dikemas dengan mengenal lebih dekat lingkungan akademik. Kegiatan ini dilksanakan secara berturut-turut diawalai dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Tadris Matematika (TDM), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilaksanakan mulai tanggal 13, 21 dan 22 Oktober 2025.
Kegiatan orientasi ini dilaksanakan di aula kampus dengan tujuan memberikan pengenalan awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik, nilai-nilai kependidikan, serta kultur keilmuan yang menjadi ciri khas fakultas. Setiap kegiatan dihadiri oleh dekan, ka.Biro keuangan, ka. Biro kemahasiswaan serta dosen prodi di lingkungan prodi masing-masing.

Dalam sambutannya, Dekan FITK mengutkan peran mahasiswa agar membentuk karakter yang kuat tidak mudah bergantung kepada orang lain serta adaptive dengan perubahan perubahan sosial dalam merepon secara positif.
Sebagaimana penguatan ini disampaiakan kepada mahasiswa PAI “Mahasiswa PAI harus punya landasan spiritual yang kuat, pondasi dasar sebagai sarajana muslim harus dibentengi dengan semangat yang kuat, jiwa adaptive dan memberikan dampak mkebaikan untuk makhluk di sekitar,” ujarnya.

Kegiatan orientasi di setiap program studi diisi dengan berbagai agenda, seperti pengenalan profil program studi, struktur kurikulum, layanan akademik, serta etika perkuliahan. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan tentang moderasi beragama, literasi digital, dan strategi sukses kuliah di lingkungan FITK.
Kemeriahan tampak dari antusiasme para mahasiswa baru yang aktif mengikuti sesi tanya jawab, diskusi, serta berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh panitia mahasiswa. Setiap kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.
Dengan terselenggaranya rangkaian orientasi ini, FITK menegaskan komitmennya untuk terus mencetak calon pendidik profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, moderat, dan siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.