
Halo Dahlan Muda🙌🏼 Kali ini mahasiswa serta dosen homebase FHEI mendapatkan kesempatan untuk bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan orientasi fakultas sebagai bentuk pengenalan dan pendekatan dari dosen kepada mahasiswa. Ada Imanuddin Abil Firda, M.H., Ana Billah, M.H., Ahmad Syaifuddin Romli, M.H., Reza Hilmyl Luayyin, M.H., M. Nabat Ardli, Lc., M.Ag., serta Fauziyah Putri Meilinda, M.H. Selain untuk pengenalan dan pendekatan, acara ini juga ditujukan untuk memberikan informasi terkait etika dan adab mahasiswa selama di kampus serta fasilitas-fasilitas yang telah disediakan sebagai bentuk penunjang pembelajaran mata kuliah.
Imanuddin Abil Firda, MIRKH., sebagai Dekan Fakultas Hukum dan Ekonomi Islam serta PJ Kepala Program Studi Ekonomi Syariah membuka acara orientasi ini pada Selasa/14 Oktober 2025 di Aula Kampus IAD. Beliau menyampaikan beberapa hal krusial yang harus diperhatikan oleh mahasiswa diantaranya terkait adab dan etika mahasiswa selama di area kampus mulai dari cara berbicara, bersikap, berpakaian serta penempatan diri mengingat kampus adalah tempat dan ajang untuk mencari ilmu sebanyak banyaknya. Beliau juga menyampaikan bahwasannya terkait kurikulum yang dijalankan saat ini akan lebih banyak dilaksanakan secara studi lapangan agar mahasiswa dapat menyerap teori mata kuliah dengan cepat. Momentum ini juga menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk bisa menyampaikan aspirasi mereka baik berupa saran, kritik dan atau pertanyaan yang mungkin masih dibingungkan oleh mahasiswa.
Lebih lanjut, beliau menuturkan bahwa kampus IAD berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka yang ingin dan atau sedang menempuh pendidikan Strata. Mulai dari SDM berupa dosen pengajar dan tendik serta juga sarana prasarana. Selain itu, IAD juga memberikan regulasi keringanan dari segi pembiyaan bagi mereka yang kurang mampu berupa beasiswa. Beberapa beasiswa yang ditawarkan adalah KIP, Prasejahtera, Perserikatan Muhammadiyah, Karyawan dan Double Degree. Yang terbaru ada beasiswa untuk santri guru tugas pesantren yang bisa mengkonversikan pengabdiannya ke dalam SKS. Hal ini bertujuan agar mereka tetap bisa berkuliah dan mendapat gelar S1 selagi bekerja.
Kemudian acara dilanjut ice breaking oleh Ahmad Syaifuddin Romli, M.H., atau yang kerap disapa “Pak Broden” oleh mahasiswanya. Dalam ice breaking ini beliau memberikan permainan kekompakan melalui nada dan gerak. Diakhir kegiatan, beliau menyampaikan bahwa ada makna tersirat yang bisa ditiru dan dipahami oleh mahasiswa FHEI. Dalan ungkapannya beliau mengatakan, apabila kita memiliki tujuan yang sama dan dibawah komando yang sama maka sudah tidak peduli seberapa baru atau lama kita kenal dan darimana asal kita, karena untuk saat ini yang kita tahu adalah kita memiliki tujuan yang sama. Artinya, dalam sistem perkuliahan ini sudah tidak lagi melihat siapa dan darimana asal kita fan teman yang lain tetapi jelasnya, tuhun kita saat ini adalah menimba ilmu, mencari ilmu, dan mampu lulus dari IAD secara bersama seperti saat pertama kali masuk dalam bangku kuliah.
Acara selanjutnya adalah penyampaian dari Kaprodi HKI, Ana Billah, M.H. Dalam penyampaiannya beliau menuturkan mengenai prospek kerja dari lulusan HKI ini bukanlah hanya menjadi penghulu ataupun pengacara tetapi bisa lebih dari itu dan salah satu contohnya adalah notariat dan atau pegawai kantor (PNS). Beliau juga menegaskan untuk mahasiswa prodi HKI untuk tidak berpatokan pada nama prodi tentang ‘hukum keluarga’ saja, tetapi dalam mata kuliah yang akan diampu nanti mereka juga mempelajari hukum-hukum di Indonesia. Itu artinya, jangkauan dari prodi ini tidaklah hanya pada konsulen keluarga namun juga sistem hukum negara. Beliau juga menyampaikan untuk mahasiswa HKI tetap semangat dalam berkuliah dan menggapai pekerjaan impian mereka.
Sesi terakhir adalah kata-kata motivasi dari dosen homebase FHEI, salah satunya adalah Ibu Fauziyah dengan kata-katanya; “Nahkoda yang handal tidak dilahirkan dari pelaut yang hebat” yang berarti bahwa kita pun akan ada saatnya untuk bisa menjadi hebat dengan apa yang sudah kita usahakan. Dengan tetap berjuang menggapai mimpi itu meskipun harus melewati berbagai rintangan dan tantangan dalam menjalaninya. [Asri Tri Nurwandana]